Expanded metal, sebagai produk logam yang diproses, tidak memiliki komposisi kimia khusus seperti logam padat atau paduan logam tertentu. Expanded metal dibuat dari lembaran logam yang dapat berupa baja karbon, baja tahan karat (stainless steel), aluminium, tembaga, atau logam lainnya. Komposisi kimia expanded metal umumnya mengikuti komposisi kimia dari material dasar yang digunakan.
Sebagai contoh, berikut adalah beberapa komposisi kimia umum untuk beberapa material yang sering digunakan dalam pembuatan expanded metal:
1. Baja Karbon
- Komposisi Umum: Terutama terdiri dari besi (Fe) dan karbon (C), dengan jumlah karbon biasanya kurang dari 0,30%.
- Elemen Tambahan: Biasanya mengandung elemen tambahan seperti mangan (Mn), silikon (Si), dan sulfur (S) dalam jumlah kecil.
2. Baja Tahan Karat (Stainless Steel)
- Komposisi Umum: Terutama terdiri dari besi (Fe), kromium (Cr), dan nikel (Ni).
- Elemen Tambahan: Juga dapat mengandung molibdenum (Mo), mangan (Mn), dan unsur lain untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi dan sifat mekanik.
3. Aluminium
- Komposisi Umum: Terutama terdiri dari aluminium (Al).
- Elemen Tambahan: Mungkin mengandung unsur seperti magnesium (Mg), silikon (Si), tembaga (Cu), dan mangan (Mn) untuk meningkatkan sifat-sifat mekanik dan ketahanan terhadap korosi.
4. Tembaga
- Komposisi Umum: Terutama terdiri dari tembaga (Cu).
- Elemen Tambahan: Mungkin mengandung unsur seperti seng (Zn) dan timah (Sn), tergantung pada jenis paduan tembaga yang digunakan.
Komposisi kimia yang tepat dari expanded metal akan tergantung pada material dasar yang dipilih untuk proses ekspansi. Pemilihan material dasar ini dipengaruhi oleh persyaratan aplikasi spesifik seperti kekuatan mekanik, ketahanan terhadap korosi, berat, dan biaya. Oleh karena itu, expanded metal dapat diproduksi dari berbagai jenis logam dan paduan untuk memenuhi berbagai kebutuhan industri dan konstruksi